Dream One Piece First Generation Demon-Splitter


"Shodai Kitetsu" atau "First Generation Demon-Splitter" merupakan salah satu dari "Twelve Supreme Grade Swords". Seperti semua pedang Kitetsu, yang satu ini dikatakan telah dikutuk. Sangat sedikit informasi yang diketahui tentang kemampuan pedang ini. Meskipun demikian, menjadi salah satu dari dua belas pedang terbaik di dunia berarti sangat kuat dan berada di kelas yang sama seperti "Yoru" yang digunakan oleh Mihawk. Pada permainan ini akan disebut sebagai "First Generation Demon-Splitter".

Dream One Piece Blood transfusion


Terdapat 2 jenis properti dari item yang cukup menjanjikan. Pertama adalah "cleaving attack" yaitu menyebarkan 15% dari "physical damage" dari setiap serangan yang telah dilakukan. Efek ini mampu membasmi gerombolan creep dalam waktu yang singkat. Selanjutnya, Hero juga akan mendapatkan kemampuan "Blood transfusion". Darah dari target akan diserap oleh Hero. Ini artinya Hero akan mendapatkan "life return" yang besarnya sama dengan damage yang diderita oleh target yaitu "15xHaki".

Untuk membentuk item ini, kita membutuhkan item "Swordsman Essence" dan item "Flower Sword". Setelah item ini telah tersedia, Hero atau burung dapat membeli resep pada toko "Weapon Dealer" dengan membayar 100000 poin emas. Semua item akan melebur menjadi item "First Generation Demon-Splitter". Berikut adalah informasi selengkapnya:

Efek dari item "First Generation Demon-Splitter"

  • ATK akan meningkat +8.000 poin
  • Cleave attack sebesar 15%
  • Kemampuan aktif "Blood transfusion"

Dream One Piece First Generation Demon-Splitter detail


Proses pembentukan item "First Generation Demon-Splitter"



Dream One Piece First Generation Demon-Splitter


Update:
Initial post untuk versi 4.20

Tautan Utama: First Generation Demon-Splitter
Modified: 2016-06-06T05:54:17


Bagi di Google Plus

About Suhu Wow

author
Suhu Wow adalah seseorang yang memiliki hobi bermain aneka ragam map warcraft seperti: hero defense, hero arena dan role play game

Tidak ada komentar :

Posting Komentar